Sesilia Endemik Jawa
Sesilia Jawa merupakan spesies Sesilia dari famili Ichthyophiidae dan nama Latinnya yaitu Ichthyophis hypocyaneus. Sesilia Jawa disebut juga Sesilia Rawa atau dalam Bahasa Inggrisnya disebut Marsh Caecilian dan Bantam Caecilian.
Sesilia
Jawa tersebar di Jawa Barat, Banten, Gunung Halimun-Salak, Pekalongan, Yogyakarta,
dan Jawa Tengah.
Klasifikasi
Berikut
klasifikasi Sesilia Jawa
Kingdom
: Animalia
Filum
: Chordata
Kelas
: Amphibia
Ordo:
Gymnophiona
Klad
: Apoda
Famili
: Ichthyophiidae
Genus
: Ichthyophis
Spesies
: Ichthyophis hypocyaneus
Ciri-ciri
Sesilia
Jawa memiliki tubuh yang licin dan bentuknya seperti cacing tanah tetapi dengan
ukuran yang sangat besar dengan ekor yang pendek serta tidak memiliki kaki.
Sesilia
Jawa memiliki kloaka yang ada di ujung tubuhnya sehingga lebih mirip dengan
ular.
Sesilia
Jawa memiliki tubuh bagian atas yang berwarna ungu kehitaman dengan garis yang
berwarna kuning pada samping tubuhnya serta bagian bawah tubuh yang berwarna
kuning.
Sesilia
Jawa memiliki mata yang kecil tertutup oleh kulit untuk mencegah tanah masuk ke
mata dengan mulut yang besar dan kurang fleksibel atau kurang lentur beserta 2 baris
gigi kecil di rahang bawahnya sehingga memakan hewan yang berukuran sangat
kecil.
Sesilia
Jawa memiliki tentakel di antara mata dan lubang hidung.
Sesilia
Jawa memiliki kulit yang lembut, berlendir, dan tidak mengilap dengan sisik
dari kalsit di kulitnya karena mereka dianggap sebagai kerabat Stegocephalia.
Sesilia
Jawa memiliki sejumlah lipatan yang berbentuk cincin pada kulitnya. Sebagian
terlihat menutupi tubuhnya, tekstur kulit sesilia ini beruas-ruas.
Sesilia
Jawa memiliki panjang 1,5 m.
Habitat
Habitat Sesilia Jawa di tanah gembur, daerah berlumpur, tepi sungai, kayu atau serasah, hutan primer, perkebunan, rawa-rawa, bawah batu, dan ketinggian antara 600 – 814 m di atas permukaan laut.
Kebiasaan
Sesilia
Jawa termasuk hewan yang aktif di malam hari
(nocturnal) dalam berburu di malam hari terutama di area yang baru tergenang
setelah hujan.
Sesilia
Jawa memburu mangsa dengan menyelubungi tubuhnya di sekitar mangsa dan menelan
secara utuh.
Sesilia
Jawa bergerak lamban sehingga sangat suka mengendap-endap dan menyergap mangsa
bahkan mereka tidak dapat mengejar mangsa dan melilit mangsa.
Sesilia
Jawa sangat suka bersembunyi di tanah atau di bawah batubatu sehingga kebiasaan
yaitu jarang keluar dari tempat perembunyian.
Sesilia
Jawa memiliki pengelihatan yang sedikit terbatas.
Sesilia
Jawa harus menghadapi persaingan dengan jenis amfibi lainnya yang berhubungan
dalam mencari makanan dan menemukan lokasi bertelur. Saingannya adalah Katak Sawah
dan jenis katak kecil lainnya yang hidup di tempat yang sama.
Makanan
Sesilia
Jawa termasuk hewan pemakan daging (karnivora). Makanannya adalah serangga,
cacing, dan ular kecil.
Fakta
Unik
Sesilia
Jawa merupakan hewan endemik Jawa.
Hingga
penemuannya tahun 2000, Sesilia Jawa hanya diketahui dari specimen tahun 1827.
Sesilia
Jawa pertama kali dideskripsikan di Banten. Spesies ini sempat dianggap punah
tetapi dengan melalui pengamatan kedua, mereka ditemukan kembali. Pengamatan ketiga
terjadi di Bodogol, di tepi Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Pengamatan keempat
dilakukan di Taman Nasional Gunung Halimun-Salak.
Musim
Kawin
Musim
kawin Sesilia Jawa bertepatan dengan musim hujan.
Cara
Berkembang Biak
Sesilia
Jawa termasuk hewan yang bertelur (ovipar).
Status
Konservasi
Populasi
Sesilia Jawa juga terus menurun dan belum diketahui jumlah individu yang masih
bertahan di alam liar. Ancaman bagi populasi Sesilia Jawa adalah perubahan
habitat, polusi pestisida, penangkapan liar, dan aktivitas manusia.
Karena
itu, Sesilia Jawa termasuk hewan dalam daftar di IUCN (International
Union for the Conservation of Nature) Red List dengan status
konservasi LC (Least Concern).(jef)



Comments
Post a Comment