Siput Terbesar dan Paling Invasif

Bekicot merupakan spesies siput dari famili Achatinidae dan nama Latinnya yaitu Lissachatina fulica. Bekicot disebut dalam bahasa Inggris yaitu Giant African Land Snail, Giant African Snail, atau African Land Snail.

Bekicot tersebar di pesisir Afrika Timur, Mozambik, Kenya, Tanzania, dan Somalia. Tetapi mereka menyebar hampir ke seluruh dunia seperti Asia, Amerika, Asutralia, daerah Pasifik, dan Kepulauan Karibia. Mereka diperkirakan sudah ada di Indonesia dan mereka bukan asli Indonesia.

 

Klasifikasi

 


Berikut klasifikasi Bekicot

Kingdom: Animalia

Filum: Mollusca

Kelas: Gastropoda

Ordo: Stylommatophora

Famili: Achatinidae

Genus: Lissachatina

Spesies: Lissachatina fulica

 

Ciri-ciri

 

Bekicot memiliki cangkang yang berbentuk oval memanjang berujung runcing mengerucut mirip spiral dan berwarna cokelat muda hingga cokelat tua dengan corak vertikal yang berwarna kuning.

Bekicot memiliki tubuh yang besar, berotot, dan berwarna cokelat muda, hitam, hingga abu-abu bahkan terdiri dari kepala, organ internal, dan kaki perut disertai kulit yang lembut, lembab, dan berlendir.

Bekicot memiliki paru-paru atau pulmonata untuk bernafas dengan lubang pernapasan atau pneumostoma di sisi kanan rongga mantel.

Bekicot memiliki kaki berotot besar dimana pergerakannya meninggalkan jejak lendir yang mencolok.

Bekicot memiliki organ reproduksi jantan dan betina karena mereka merupakan hewan hermaprodit.

Bekicot memiliki radula yaitu organ yang mirip pita dan mirip lidah bahkan ditutupi oleh gigi kecil bergerigi untuk mengikis, memarut, dan memotong makanan sebelum dicerna.

Bekicot memiliki sepasang tentakel yang ditarik di kepalanya dan dilengkapi dengan mata di ujungnya. Mereka juga memiliki sepasang tentakel bawah yang sangat pendek sebagai alat indera taktil.

Bekicot memiliki panjang 20 – 30 cm, diameter 10 cm, dan berat kurang dari 20 gram menjadikannya sebagai siput terbesar.

 

Habitat

 

Habitat Bekicot di taman, daerah tropis, daerah subtropis, dan daerah lembab yang banyak ditumbuhi oleh tanaman (sawah, hutan, kebun, waduk, sungai, rerumputan, dan danau).

 

Kebiasaan

 

Bekicot termasuk hewan yang hidup menyendiri (solitary).

Bekicot termasuk hewan yang aktif di malam hari (nocturnal) karena tubuhnya bisa saja kehilangan cairan kalua terpapar panas secara langsung.

Bekicot memiliki indera penicuman yang tajam untuk mencari dan menemukan makanan.

Bekicot memiliki umur yang mencapai 10 tahun dengan rata-rata 5 – 7 tahun.

Bekicot merupakan hewan hermaprodit yaitu berkelamin jantan dan betina sekaligus. Mereka tidak pernah berhenti tumbuh meski laju pertumbuhannya lambat seiring bertambahnya usia bahkan mereka bereproduksi dengan cepat dan tidak bisa dibasmi.

Bekicot memakan lebih dari 500 jenis tumbuhan karena mereka memakan apa saja yang ada bahkan mereka memiliki nafsu makan yang besar membuatnya tumbuh menjadi semakin lebih besar.

Bekicot menghasilkan banyak lendir untuk bergerak, tetap lembap, dan membentuk epifragma kering saat beristirahat. Mereka meninggalkan jejak lendir saat bergerak di medan yang kasar.

Bekicot melakukan hibernasi selama beberapa bulan musim panas untuk menghindari kondisi panas.

 

Makanan

 

Bekicot termasuk hewan pemakan tumbuhan (herbivora) dan pemakan sisa-sisa makhluk hidup (detritivora). Makanannya adalah jamur, bangkai, alga, timun, labu, papaya, pisang, dan segala jenis tumbuhan baik yang hidup maupun yang mati.

 

Predator

 

Hewan yang suka memangsa Bekicot adalah Kepiting Merah Pulau Christmas, Siput Serigala Merah Muda, Semut Api, tikus, babi hutan, kepiting pertapa, dan Cacing Pipih Papua Nugini.

 

Fakta Unik

 

Pada awalnya, Bekicot terbawa secara tanpa disengaja melalui bahan pangan dari Afrika. Laju reproduksi yang tinggi dan cepat menyebabkan populasi Bekicot tumbuh tidak terkendali sehingga mengancam tumbuhan lokal yang menjadi makanan mereka. Hal ini membuat Bekicot disebut sebagai spesies invasif yang berbahaya. Mereka diperkirakan sudah ada di Indonesia sejak tahun 1922 dan mereka bukan asli Indonesia.

Bekicot sangat berbahaya karena siput ini membawa cacing Angiostrongylus cantonensis bagi manusia yang bisa menyebabkan radang otak meningitis dan schistosomiasis jika dimakan.

Bekicot bisa dimanfaatkan sebagai pakan ternak dan obat tradisional. Mereka juga dijadikan sebagai bahan makanan terutama di Indonesia dijadikan sebagai sumber protein namun harus dibersihkan kalua tidak bakteri dan parasit akan membahayakan tubuh manusia.

Bekicot sangat dibatasi di beberapa tempat karena siput ini adalah spesies invasif dan merupakan hama bagi tumbuhan. Mereka umumnya dilarang di Amerika Serikat.

 

Cara Berkembang Biak

 

Bekicot termasuk hewan yang bertelur (ovipar). Mereka mampu mengeluarkan 12 – 20 butir telur siput.

 

Status Konservasi

 

Populasi Bekicot sangat melimpah dan dianggap sebagai salah satu dari 100 spesies yang paling invasif menurut IUCN dan Departemen Pertanian Amerika Serikat.(jef)

Comments

Popular posts from this blog

Beruang Kodiak, Beruang Terbesar Kedua di Dunia Setelah Beruang Kutub

Ular Tanah yang Sering Masuk Rumah

Belalang Sembah Eropa yang Cepat