Ikan Predator dengan Taring yang Sangat Panjang

Ikan Payara merupakan spesies ikan dogtooth tetra dari famili Cynodontidae dan nama Latinnya yaitu Hydrolycus armatus, Hydrolycus scomberoides. Hydrolycus tatauaia, dan Hydrolycus wallacei. Ada 4 jenis Ikan Payara yaitu Payara Armatus atau Payara Perak bahkan Payara Berekor Hitam (Hydrolycus armatus), Payara (Hydrolycus scomberoides), Payara Berekor Merah atau Red Tail Payara (Hydrolycus tatauaia), dan Payara Wallace (Hydrolycus wallacei).

Ikan Payara tersebar di Brazil, Sungai Orinoco, Bolivia, Peru, Ekuador, Kolombia, Venezuela, dan Guyana.

 

Klasifikasi

 


Berikut klasifikasi Ikan Payara

Kingdom : Animalia

Filum : Chordata

Kelas : Actinopterygii

Divisi : Teleostei

Ordo : Characiformes

Famili : Cynodontidae

Genus : Hydrolycus

Spesies : Hydrolycus armatus, Hydrolycus scomberoides. Hydrolycus tatauaia, Hydrolycus wallacei

 

Ciri-ciri

Ikan Payara memiliki gigi taring yang sangat panjang dengan ukuran 10 – 15 cm untuk menombak dan menusuk mangsa seperti ikan.

Ikan Payara memiliki tubuh yang panjang, ramping, dan berwarna keperakan mengkilap hingga hijau kebiruan dengan bitnik dan punggung yang berwarna sangat gelap.

Ikan Payara memiliki sirip ekor yang cukup besar memungkinkannya berenang dan mengubah arah dengan cepat.

Payara Berekor Merah memiliki ekor yang berwarna merah hingga merah terang. Payara Wallace memiliki sirip ekor yang terbilang lebih kecil dibandingkan Hydrolycus lainnya. Ikan Payara memiliki ekor yang berwarna gelap pada bagian pangkal dan berubah menjadi sangat pucat kearah ujung.

Payara Armatus atau Payara Perak memiliki pangkal ekor dan sirip anal yang berwarna kekuningan pucat dengan ujungnya yang berwarna kehitaman kontras dengan tepih berwarna putih tipis.

Ikan Payara memiliki sirip punggung yang kecil terletak di belakang tubuhnya.  

Ikan Payara nemiliki panjang 30 – 51 cm dengan maksimal 1,17 cm, Payara Berekor Merah memiliki panjang 45 cm, dan Payara Wallace memiliki panjang 36 cm. Payara Armatus atau Payara Perak memiliki panjang 90 – 100 cm dengan maksimal lebih dari 1 m dan berat 18 kg.

 

Habitat

 

Habitat Ikan Payara di perairan tawar berarus kencang, perairan terbuka berbatu dengan oksigen tinggi, sungai-sungai besar, dan anak-anak sungai. Mereka juga hidup di area tengah dan mendekati permukaan sungai, danau, hingga hutan banjir serta hidup di perairan arus deras, jeram, dan lubuk dalam.

 

Kebiasaan

 

Ikan Payara termasuk hewan yang hidup berkelompok dalam hal berburu bahkan menggunakan kecepatan dan ketangkasan dalam menangkap mangsa.

Ikan Payara akan aktif di siang hari dan malam hari (jika dibutuhkan).

Ikan Payara bergerak dengan gesit bahkan mereka berenang dengan lebih baik.

Ikan Payara aktif dan agresif bahkan diketahui sebagai ikan predator yang sangat kejam dan temperamental.

Ikan Payara berburu dengan cara menancapkan taring panjangnya ke tubuh mangsa sebelum menelan. Mereka juga memiliki strategi serangan atau berburu dengan cara menyergap dalam kecepatan tinggi lalu menancapkan taringnya ke tubuh mangsanya.

Ikan Payara hanya akan menyerang sebagai alat pertahanan diri.

Ikan Payara memiliki kemampuan navigasi yang baik.

 

Makanan

 

Ikan Payara termasuk hewan pemakan daging (karnivora). Makanannya adalah piranha, udang, mamalia, burung, makhluk hidup lainnya, ikan, dan ikan yang ukurannya hampir seukuran dengan Ikan Payara.

 

Fakta Unik

 


Ikan Payara memiliki perawakannya yang unik sehingga ikan predator ini menjadi popular baik di kalangan penghobi ikan predator maupun pemancing.

Ikan Payara disebut “Ikan Vampir” karena memiliki gigi taring yang tajam mirip gigi taring vampir atau drakula yaitu terletak pada taring panjangnya yang menghiasi rahang bawah.

Ikan Payara merupakan bagian terpenting dalam rantai makanan sungai Amazon yaitu menjaga populasi ikan kecil agar tetap seimbang.

 

Cara Berkembang Biak

 

Ikan Payara termasuk hewan yang bertelur (ovipar). Mereka mampu mengeluarkan 100 – 1.500 butir telur ikan.

 

Status Konservasi

 

Ikan Payara termasuk hewan dalam daftar di IUCN (International Union for the Conservation of Nature) Red List dengan status konservasi LC (Least Concern.(jef)

Comments

Popular posts from this blog

Gaur, Si Lembu Besar dan Berotot dari Asia

Ular Tanah yang Sering Masuk Rumah

Beruang Kodiak, Beruang Terbesar Kedua di Dunia Setelah Beruang Kutub