Sanca Hijau Arboreal

Sanca Pohon Hijau merupakan spesies ular sanca dari famili Pythonidae dan nama Latinnya yaitu Morelia viridis.

Sanca Pohon Hijau tersebar di pulau Papua dengan kepulauan sekitar, Papua Nugini, Semenanjung Tanjung York (Cape York), dan Australia bagian utara.

 

Klasifikasi

 


Berikut klasifikasi Sanca Pohon Hijau

Kingdom: Animalia

Filum: Chordata

Kelas: Reptilia

Ordo: Squamata

Subordo: Serpentes

Famili: Pythonidae

Genus: Morelia

Spesies: Morelia viridis

 

Ciri-ciri

 

Sanca Pohon Hijau memiliki spektrum yang berwarna hijau zamrud dengan bintik-bintik atau garis-garis yang berwarna putih atau kuning yang kurang beraturan seperti cat kuas yang acak memudahkannya menyamar. Mereka memiliki semburat yang berwarna biru tersebar di sisik permukaan punggung.

Sanca Pohon Hijau memiliki tubuh yang relatif ramping, berukuran sedang, dan pipih secara lateral meningkatkan stabilitas dan kemampuan bermanuver di dahan-dahan yang sempit.

Sanca Pohon Hijau memiliki tubuh yang berwarna hijau cerah, hijau pucat, hingga hijau gelap dengan pola warna saat dewasa dan tubuh yang berwarna kuning cokelat keputihan, hingga kemerahan saat kecil disertai perut yang berwarna kekuningan, kuning kusam, hingga putih.

Sanca Pohon Hijau memiliki moncong yang besar dan lancip di kepala besar dengan leher yang ramping.

Sanca Pohon Hijau memiliki mata yang besar dan menonjol dengan pupil vertikal di matanya.

Sanca Pohon Hijau memiliki ekor yang relatif panjang, bisa memegang, dan panjangnya 21 – 28 cm atau 14% dari total keseluruhan tubuhnya memungkinkannya bergelantungan di dahan pohon.

Sanca Pohon Hijau memiliki gigi yang tajam, menyerupai jarum, panjang, dan melengkung ke belakang.

Sanca Pohon Hijau memiliki lubang termosensor atau lubang penginderaan panas di bibirnya untuk menangkap mangsa berdarah panas dengan cara merasakan panas tubuh mangsa tersebut.

Sanca Pohon Hijau memiliki panjang 1,5 – 2 m ukurannya bisa beragam tergantung daerah asalnya. Si jantan memiliki berat 1,4 kg dan si betina memiliki berat 1,6 kg tergantung status nutrisi.

 

Habitat

 

Habitat Sanca Pohon Hijau di hutan hujan, pepohonan, semak belukar, hutan rawa-rawa, htan pinggiran yang sangat terbuka, dan dataran rendah hingga ketinggian 2.000 m dpl.

 

Kebiasaan


Sanca Pohon Hijau termasuk hewan yang hidup menyendiri (solitary).

Sanca Pohon Hijau termasuk hewan yang aktif di malam hari (nocturnal) agar mereka menjadi pemburu penyergap yang aktif. Mereka berdiam diri dan berkamuflase secara sempurna di balik dedaunan pada siang hari.

Sanca Pohon Hijau tergolong hewan arboreal karena mereka menghabiskan waktunya di pepohonan dengan melingkari cabang-cabang pohon berdaun lebat namun mereka kemungkinan turun ke tanah karena mereka mencari mangsa berupa hewan pengerat dan menguburkan beberapa telurnya di dalam tanah.

Sanca Pohon Hijau beristirahat di cabang-cabang pohon dimana mereka melingkarkan satu atau dua lilitan di atas cabang-cabang dalam posisi pelana dan kepalanya diletakkan di tengah-tengah.

Sanca Pohon Hijau lebih mengandalkan keberadaan kanopi hutan yang utuh sebagai cara mereka bertahan hidup, berburu, dan bereproduksi.

Sanca Pohon Hijau akan berkamuflase dengan mudah sebagai cara mereka mencari mangsa, menyamarkannya dengan sangat baik di habitatnya, dan menghindari serangan predator karena tubuhnya yang berwarna hijau.

Sanca Pohon Hijau memiliki indera pengelihatan yang tajam.

Sanca Pohon Hijau bersifat pemalu dan cenderung bersembunyi di satu tempat dan mereka akan mempertahankan diri dengan cara menggigit.

Sanca Pohon Hijau memiliki teknik berburu yaitu menyergap mangsa. Mereka akan bergantung dengan kecepatan yang luar biasa dan kekuatan melilit mangsa. Mereka akan menyambar kemudian melilit mangsanya dengan gulungan kuat untuk menghentikan peredaran darah dan pernapasan hingga mangsanya mati lemas siap ditelan oleh ular sanca ini.

 

Makanan

 

Sanca Pohon Hijau termasuk hewan pemakan daging (karnivora). Makanannya adalah mamalia kecil, tikus pohon, tikus, burung, kelelawar, dan kadal.

 

Predator

 

Hewan yang suka memangsa Sanca Pohon Hijau adalah goshawk, burung hantu, biawak, dingo, Elang Harpy Papua Nugini, elang, dan Quoll.

 

Fakta Unik

 

Sanca Pohon Hijau berperan sebagai predator puncak di rantai makanan kanopi dan berperan dalam mengendalikan populasi hewan pengerat dan mamalia kecil lainnya

Sanca Pohon Hijau pertama kali dideskripsikan oleh Hermaan Schlegel tahun 1872.

Perubahan warna Sanca Pohon Hijau dari kuning dan merah hingga hijau ketika mencapai kedewasaan bukan merupakan proses pergantian kulit tetapi ini adalah perubahan warna ontogenetik yang bisa terjadi semalam atau bulan-bulan selanjutnya.

Sanca Pohon Hijau dengan Boa Pohon Hijau memiliki kesamaan dalam postur beristirahat, teknik berburu, dan mengalami perubahan warna ontogenetik. Hal ini disebut sebagai evolusi konvergen yaitu hewan yang tidak memiliki hubungan kerabat evolusi tetapi memiliki adaptasi yang sama.

 

Musim Kawin

 

Musim kawin Sanca Pohon Hijau belum diketahui di alam liar. Di penangkaran, musim kawin mereka berlangsung selama bulan Agustus hingga Januari tetap secara beragam serta dipicu oleh tekanan garis depan yang rendah dan badai.

 

Cara Berkembang Biak

 

Sanca Pohon Hijau termasuk hewan yang bertelur (ovipar). Mereka mampu mengeluarkan 6 – 32 telur ular sanca.

 

Status Konservasi

 

Populasi Sanca Pohon Hijau mengalami tren penurunan namun jumlahnya stabil. Ancaman bagi Sanca Pohon Hijau adalah kerusakan habitat, perdagangan, perburuan liar, deforestasi, pertambangan, dan alih fungsi lahan.  

Karena itu, Sanca Pohon Hijau termasuk hewan dalam daftar di IUCN (International Union for the Conservation of Nature) Red List dengan status konservasi LC (Least Concern) dan CITES (Convention on International Trade in Endangered Species) Apendiks II.

Sanca Pohon Hijau termasuk dalam daftar satwa yang dilindungi oleh pemerintah Indonesia berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. P.106 tahun 2018 tentang Perubahan kedua Atas Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan nomor P.20 tahun 2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi.(jef)

Comments

Popular posts from this blog

Beruang Kodiak, Beruang Terbesar Kedua di Dunia Setelah Beruang Kutub

Ular Tanah yang Sering Masuk Rumah

Belalang Sembah Eropa yang Cepat