Salamander Darat Terbesar di Amerika Utara

Salamander Harimau merupakan spesies salamander dari famili Rhacophoridae dan nama Latinnya yaitu Ambystoma tigrinum. Salamander Harimau disebut juga Salamander Harimau Timur.

Salamander Harimau tersebar di Kanada, Labrador, Meksiko, Alaska, Pegunungan Rocky di Colorado, Wyoming, dan Utah.

 

Klasifikasi

 


Berikut klasifikasi Salamander Harimau

Kingdom : Animalia

Filum : Chordata

Kelas : Amphibia

Ordo: Urodela

Famili : Ambystomatidae

Genus : Ambystoma

Spesies : Ambystoma tigrinum

 

Ciri-ciri

 


Salamander Harimau memiliki tubuh yang kekar dengan ekor yang cukup panjang dan pipih memudahkannya berenang.

Salamander Harimau memiliki kulit yang berwarna cokelat, abu-abu, hingga kehijauan dengan corak tubuhnya yang berwarna hitam-kuning seperti harimau tetapi selalu belang karena berbintik-bintik yang berwarna kuning kecokelatan hingga kuning kehijauan bahkan corak yang warna bervariasi dari bagian belakang kepala, tubuh, hingga ekornya dimana corak dan garis berwarna kuning cerah hingga cokelat kusam. Mereka juga memiliki bercak yang berwarna kuning, cokelat muda, hingga hijau zaitun.

Salamander Harimau memiliki kulit yang berpori memungkinkannya bernapas sehingga terus-menerus mengeluarkan lendir untuk menjaga kelembapan kulitnya. Kulit mereka berfungsi mirip yang dimiliki salamander lainnya yaitu untuk bernapas.

Salamander Harimau memiliki kelenjar kulit yang menghasilkan sekresi pertahanan yang menghalau banyak predator. Mereka juga memiliki kelenjar yang menghasilkan racun pada ekornya sebagai alat pertahanan diri.

Salamander Harimau memiliki kepala yang cukup besar dan kokoh dengan kaki yang kuat dengan 4 jari kaki depan dan 5 jari kaki belakang memudahkannya menggali dan menavigasi mikrohabitat bawah tanah dengan kelembapan yang stabil.

Salamander Harimau memiliki moncong yang cukup pendek dengan leher yang tebal bahkan mereka memiliki dengan mata yang bulat dan cukup kecil.

Salamander Harimau memiliki panjang.rata-rata 15 – 20 cm dengan panjang maksimal 33 – 35 cm dan berat 60 – 120 g.

 

Habitat

 

Habitat Salamander Harimau di dalam tanah dekat aliran air, padang rumput terbuka, rawa, hutan yang dipenuhi pohon konifer, dataran tinggi, dan tanah gembur. Hutan di dekat kolam, danau, dan sungai dengan tanah gembur untuk menggali merupakan habitat pilihan Salamander Harimau.

 

Kebiasaan

 

Salamander Harimau termasuk hewan yang aktif di malam hari (nocturnal) untuk mencari makan.

Salamander Harimau tergolong hewan pemakan oportunistik yang berarti memakan hewan apapun yang lewat dan dapat masuk ke dalam mulutnya.

Salamander Harimau bersifat kanibal atau memiliki kebiasaan kanibal yang akan memakan sesamanya.

Salamander Harimau menghabiskan sebagian besar hidupnya di bawah tanah dalam liang Dimana mereka hidup dengan menggali liang di lubang tanah. Mereka akan membangun lubang sendiri sebagai rumahnya dengan kedalaman sedikit impresif. Salamander ini dapat menggali hingga kedalaman 60 cm. Lubang mereka yang dibangun digunakan sebagai tempat perlindungan dari predator bahkan menjaga suhu tubuh dari cuaca di atas.

Salamander Harimau memiliki masa hidup 10 – 16 tahun di alam liar dan hampir 25 tahun di penangkaran.

Ketika terancam, Salamander Harimau akan berdiri tegak dan menunjukkan kelenjar ekor beracun yang kemungkinan menembakkan racun ke musuh. Zat ini akan menghasilakn sensasi sengatan yang sangat menyakitkan meskipun ini tidak mematikan.

Salamander Harimau akan keluar dan lebih memilih bergerak di tanah yang basah ketika hujan dan air memasuki lubang.

 

Makanan

 

Salamander Harimau termasuk hewan pemakan daging (karnivora). Makanannya adalah serangga kecil, siput, katak, cacing, salamander kecil, bayi ular, ikan, dan tikus. Salamander Harimau berisfat kanibal karena banyaknya predator pesaing dan tidak dapat menemukan mangsa yang diburu.


Predator

 

Hewan yang suka memangsa Salamander Harimau adalah burung hantu, kura-kura, ular, kucing hutan, dan luwak.

 

Fakta Unik

 

Salamander Harimau hidup di habitat yang beragam sehingga mereka bukan jenis amfibi yang sangat bergantung pada daerah hutan yang lembab.

 

Musim Kawin

 

Musim kawin Salamander Harimau berlangsung selama akhir musim hujan hingga awal musim semi.

 

Cara Berkembang Biak

 

Salamander Harimau termasuk hewan yang bertelur (ovipar). Mereka mampu mengeluarkan 25 – 100 butir telur salamander.

 

Status Konservasi

 


Populasi Salamander Harimau tampak stabil dan tidak membutuhkan pengawasan khusus meski jumlahnya di alam liar belum diketahui. Mereka menghadapi ancaman seperti polusi, predasi, deforestasi kerusakan habitat, gangguan kolam, dan pembangunan jalan.

Karena itu, Salamander Harimau termasuk hewan dalam daftar di IUCN (International Union for the Conservation of Nature) Red List dengan status konservasi LC (Least Concern).(jef)

Comments

Popular posts from this blog

Gaur, Si Lembu Besar dan Berotot dari Asia

Ular Tanah yang Sering Masuk Rumah

Beruang Kodiak, Beruang Terbesar Kedua di Dunia Setelah Beruang Kutub