Ular Berbisa Semi-Akuatik dari Amerika Serikat
Ular Cottonmouth merupakan spesies ular viper dari famili Viperidae dan nama Latinnya yaitu Agkistrodon piscivorus. Ular Cottonmouth disebut juga dalam bahasa Inggrisnya yaitu Black Moccasin, Swamp Moccasin, atau Rusty Moccasin.
Ular
Cottonmouth tersebar di Amerika Serikat bagian tenggara, Alabama, Texas,Virginia,
Arkansas, Carolina selatan dan utara, Ohio, Missouri, Illionis, Oklahoma bagian
timur dan selatan, Georgia bagian barat dan selatan, serta Teluk Meksiko.
Klasifikasi
Berikut
klasifikasi Ular Cottonmouth
Kingdom: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Reptilia
Ordo: Squamata
Subordo: Serpentes
Famili: Viperidae
Genus: Agkistrodon
Spesies: Agkistrodon piscivorus
Ciri-ciri
Ular
Cottonmouth memiliki kepala yang besar dan berbentuk segitiga dengan organ peka
pendeteksi panas untuk mendeteksi mangsa dan musuh yang akurat atau
sesungguhnya.
Ular
Cottonmouth memiliki rahang yang besar karena kelenjar racunnya dengan moncong
yang berwarna pucat.
Ular
Cottonmouth memiliki mata mirip kucing (pupil vertikal) sebagai ciri khas.
Ular
Cottonmouth memiliki mulut bagian dalam yang berwarna putih cerah seperti kapas
sehingga bagian inilah yang menjadi asal nama Ular Cottonmouth.
Ular
Cottonmouth memiliki tubuh yang berwarna hitam pekat, cokelat muda, cokelat,
abu-abu, hingga hijau zaitun serta pola warnanya berupa warna dasar cokelat, abu-abu,
krem, kuning zaitun, hingga kehitaman dengan pita-pita yang berwarna kuning,
hitam, dan cokelat.
Ular
Cottonmouth memiliki tubuh yang besar, berotot, dan pendek dengan bagian bawah
yang berwarna putih hingga cokelat muda.
Ular
Cottonmouth memiliki kulit punggung yang bersisik, berlekuk kuat, dan terlihat
kasar.
Ular
Cottonmouth muda memiliki ujung ekor yang berwarna kuning cerah hingga kehijauan
sebagai umpan untuk menarik perhatian mangsa.
Ular
Cottonmouth memiliki panjang 1,2 – 1,7 m dengan maksimal 1,8 m dan berat 4,6 kg.
Habitat
Habitat
Ular Cottonmouth di rawa-rawa cemara, dataran banjir sungai, danau, air payau,
air tawar, tepi kolam, hutan lembap, hutan pinus, padang rumput, pesisir pantai,
dan lahan basah.
Kebiasaan
Ular
Cottonmouth termasuk hewan yang hidup menyendiri
(solitary).
Ular
Cottonmouth kemungkinan aktif pada siang hari dan malam hari untuk mencari
makan.
Saat
terancam, Ular Cottonmouth akan membuka mulut selebar mungkin ditambah
menunjukkan bagian dalam mulut yang berwarna putih cerah seperti kapas (asal
nama Ular Cottonmouth) sehingga cara tersebut berfungsi sebagai peringatan yang
efektif bagi potensi ancaman yaitu gigitan bisa diperkirakan terjadi.
Ular
Cottonmouth menggetarkan ekornya yang menjadi tanda peringatan.
Ular
Cottonmouth mengeluarkan bau yang tidak sedap menambah lapisan pertahanan untuk
mengusir musuh atau predator.
Ular
Cottonmouth merupakan karnivora oportunistik yang akan memakan hewan apapun
yang ditemui.
Ular
Cottonmouth mampu berenang dengan cenderung mengapung di permukaan air yang
sebagian besar tubuh dan kepalanya terlihat dan terangkat di atas air.
Ular
Cottonmouth suka menghabiskan hari-harinya dengan berjemur di bawah terik sinar
matahari, dekat batang kayu, bebatuan, ranting, dan dekat tepi air.
Ular
Cottonmouth melakukan hibernasi selama musim dingin dan sangat memilih
berlindung di tempat teduh dalam tubuh melingkar ketika cuaca panas.
Meski
reputasinya agresif, Ular Cottonmouth sebenarnya cenderung menghindar dan
jarang menyerang manusia. Mereka hanya akan menggigit jika merasa terprovokasi
dan terancam.
Makanan
Ular
Cottonmouth termasuk hewan pemakan daging (karnivora). Makanannya adalah ikan,
amfibi, kecebong, burung, mamalia kecil, kadal, ular lain, bayi buaya, dan
bangkai.
Predator
Hewan
yang suka memangsa Ular Cottonmouth adalah rakun, burung pemangsa, ular yang
ukuran sangat besar, buaya, anjing peliharaan, kucing peliharaan, bangau, alligator,
dan ikan bass.
Fakta
Unik
Meskipun
jarang terjadi adanya kematian dimana menyumbang kurang dari 1% akibat gigitan
ular viper ini, racun Ular Cottonmouth dapat membunuh manusia karena racun pada
Ular Cottonmouth adalah racun hemotoksin. Ketika menyebar, racun hemotoksin
akan memecah sel darah yang dapat memicu pendarahan. Selain itu, gejala yang
muncul akibat gigitan Ular Cottonmouth yaitu kerusakan jaringan dan otot hingga
rasa sakit yang hebat
Ular
Cottonmouth sangat penting bagi lingkungan karena bisa mengontrol populasi
mangsa seperti ikan, katak, ular, dan reptil lainnya.
Ular
Cottonmouth memiliki pola makan memakan bangkai yang merupakan perilaku tidak
biasa dan tidak dimiliki oleh sebagian besar spesies ular lainnya. Mereka diketahui
memakan sisa-sisa ikan yang dibuang oleh nelayan.
Musim
Kawin
Musim
kawin Ular Cottonmouth berlangsung selama bulan April hingga Mei.
Cara
Berkembang Biak
Ular
Cottonmouth termasuk hewan yang bertelur dan melahirkan (ovovivipar). Mereka
mampu melahirkan 20 ekor ular viper.
Status
Konservasi
Populasi
Ular Cottonmouth umum ditemukan di beberapa daerah dan tersebar luas di seluruh
wilayah penyebarannya dan belum ada perkiraan populasinya. Akan tetapi, masih
ada perburuan dan kehilangan habitat lahan basah memicu ancaman populasi Ular
Cottonmouth.
Karena
itu, Ular Cottonmouth termasuk hewan dalam daftar di IUCN
(International Union for the Conservation of Nature) Red List dengan
status konservasi LC (Least Concern).(jef)



Comments
Post a Comment