Ular Viper yang Unik Endemik Iran akan Ekornya Mirip Laba-laba
Ular Bertanduk Berekor Laba-laba merupakan spesies ular viper dari famili Viperidae dan nama Latinnya yaitu Pseudocerastes urarachnoides. Ular Bertanduk Berekor Laba-laba disebut sebagai Beludak Tanduk Persia.
Ular
Bertanduk Berekor Laba-laba tersebar di bagian barat Iran, Pegunungan Zagros
bagian barat terutama provinsi Ilam dan Kermanshah serta kawasan timur Irak.
Klasifikasi
Berikut
klasifikasi Ular Bertanduk Berekor Laba-laba
Kingdom: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Reptilia
Ordo: Squamata
Subordo: Serpentes
Famili: Viperidae
Genus: Pseudocerastes
Spesies: Pseudocerastes urarachnoides
Ciri-ciri
Ular
Bertanduk Berekor Laba-laba memiliki struktur membulat seperti perut laba-laba
yang diperlengkapi dengan sisik memanjang yang berfungsi mirip kaki di ujung
ekornya untuk menarik perhatian mangsa (burung).
Ular
Bertanduk Berekor Laba-laba memiliki mata yang berwarna cokelat muda dengan
pupil vertikal.
Ular
Bertanduk Berekor Laba-laba memiliki kepala yang berbentuk segitiga mirip ular
viper lainnya dengan leher yang jelas.
Ular
Bertanduk Berekor Laba-laba memiliki sisik yang kasar, berlunas, berwarna
abu-abu kecokelatan, dan bertanduk memudahkannya berbaur dengan batuan gurun sehingga
sulit terlihat di padang pasir karena menyerupai pasir dan bebatuan terutama gypsum
dan kapur.
Ular
Bertanduk Berekor Laba-laba memiliki sisik supraokular yang berbentuk mirip
tanduk di atas mata alih-alih “berpenampilan bertanduk” untuk berkamuflase di
lingkungan berbatu dan berpasir dalam mengincar mangsa.
Seperi
ular dalam famili Viperidae, Ular Bertanduk Berekor Laba-laba memiliki taring
depan yang panjang dan berengsel yang dapat dilipat ke belakang ketika mulut
ditutup yang memungkinkan menyuntikkan racun dalam selama serangan penyergapan
cepat.
Ular
Bertanduk Berekor Laba-laba memiliki panjang 50 – 65 cm dan berat tidak lebih
dari 450 g.
Habitat
Habitat
Ular Bertanduk Berekor Laba-laba di daerah berbatu kering, kawasan berbatu, kawasan
berpasir, semi-gurun, dan dataran tinggi.
Kebiasaan
Ular
Bertanduk Berekor Laba-laba pandai berkamuflase dengan lingkungan sekitar
sehingga penyamaran sempurna saat berburu mangsa.
Ketika
terancam, Ular Bertanduk Berekor Laba-laba akan melingkar rapat, mendesis, dan memberikan
serangan cepat khas famili Viperidae bahkan mereka sangat bergantung penyembunyian.
Ular
Bertanduk Berekor Laba-laba berburu mangsa dengan cara menyergap dari
celah-celah dan tepian bebatuan dengan mengandalkan ketenangan dan kamuflase bahkan
seringkali kepalanya berada dalam posisi menyerang jarak dekat sementara umpan
beroperasi pada ekornya. Mereka mampu menyerang dengan waktu 0,2 detik.
Ular
Bertanduk Berekor Laba-laba memiliki cara berburu yang mirip dengan kegiatan
memancing yaitu awalnya dia akan diam berbaur dengan sekitar bebatuan dan ujung
ekornya mirip laba-laba akan digerakkan dan dimainkan layaknya laba-laba asli.
Jika ada seekor burung yang mendekati ekornya, Ular Bertanduk Berekor Laba-laba
langsung menerkam burung langsung cepat. Strategi cara berburu dari ular viper
tersebut disebut sebagai caudal luring atau “memancing dengan ekor”.
Makanan
Ular
Bertanduk Berekor Laba-laba termasuk hewan pemakan daging (karnivora).
Makanannya adalah burung yang merupakan mangsa favoritnya, mamalia kecil,
reptil, dan anthropoda.
Fakta
Unik
Ular
Bertanduk Berekor Laba-laba memiliki racun cytotoxic yang bisa melumpuhkan
mangsa dalam kurun waktu 13 detik bagi hewan seukuran mamalia kecil dan burung.
Bisa cytotoxic Ular Bertanduk Berekor Laba-laba bisa membahayakan nyawa manusia
karena memicu koagulasi darah mirip efek gigitan Beludak Russell. Kemungkinan
gejala yang muncul adalah muntah-muntah, demam, pusing, kejang, pembekuan
darah, dan gagal ginjal.
Ular
Bertanduk Berekor Laba-laba pertama kali ditemukan pada tahun 1968 di Iran dan
diresmikan sebagai ular dengan spesies baru, tergolong ular viper.
Ular
Bertanduk Berekor Laba-laba merupakan spesies ular yang sangat unik dan endemik
dari Iran.
Cara
Berkembang Biak
Ular
Bertanduk Berekor Laba-laba termasuk hewan yang bertelur (ovipar). Mereka mampu
melahirkan 8 – 23 ekor ular viper.
Status
Konservasi
Populasi
Ular Bertanduk Berekor Laba-laba terus berkurang akibat kerusakan habitat,
berkurangnya mangsa favorit yaitu burung, dan tekanan dari aktivitas manusia. Akan
tetapi, populasi mereka sangat sulit ditemukan karena ular berbisa tersebut memiliki
kemampuan penyamaran yang sangat sempurna menyebabkan penelitian kesulitan
dalam menuju ke habitat Ular Bertanduk Berekor Laba-laba. Hingga saat ini belum
ada laporan mengenai keberadaan Ular Bertanduk Berekor Laba-laba di negara lain
sehingga perlindungan ekosistemnya menjadi sangat penting.
Karena
itu, Ular Bertanduk Berekor Laba-laba termasuk hewan
dalam daftar di IUCN (International Union for the Conservation of Nature)
Red List dengan status konservasi NT (Near Threatened)
dan CITES (Convention on International Trade in Endangered Species) Apendiks
II.(jef)



Comments
Post a Comment