Kucing Bakau yang Tidak Takut Air dan Pandai Menyelam

Kucing Bakau merupakan spesies kucing dari famili Felidae dan nama Latinnya yaitu Prionailurus viverrinus. Kucing Bakau sering disebut juga dalam bahasa Inggrisnya yaitu Fishing Cat.

Kucing Bakau tersebar di timur Pakistan, India, Nepal, Bangladesh, Sri Lanka, Vietnam, Thailand, Laos, Malaysia, bagian selatan China, dan Indonesia (Jawa dan Sumatra).

 

Klasifikasi

 


Berikut klasifikasi Kucing Bakau

Kingdom : Animalia

Filum : Chordata

Kelas : Mamalia

Ordo : Carnivora

Subordo : Feliformia

Famili : Felidae

Genus : Prionailurus

Spesies : Prionailurus viverrinus

 

Ciri-ciri

 


Kucing Bakau memiliki otot-otot kaki pendek yang menyokong tubuhnya sangat berguna sebagai pengayuh ketika berenang dengan sekaput di antara jari-jari kakinya dan bentuk ekor yang memipih digunakan sebagai dayung.

Kucing Bakau memiliki jenis kaki webbed dengan sedikit berselaput seperti macan tutul memudahkan mobilitasnya ketika berenang disertai cakar yang panjang, cukup menonjol, dan dapat ditarik kembali.

Kucing Bakau memiliki dua lapisan bulu yang membantunya tetap hangat yaitu lapisan pertama sangat pendek dan padat untuk menjaganya tetap hangat serta kering ketika berada di dalam air dengan lapisan kedua yang sangat panjang atau disebut bulu pelindung digunakan untuk berkamuflase.

Kucing Bakau memiliki bulu yang berwarna abu-abu olive hingga abu-abu cokleat dengan corak pada tubuhnya yang terdiri dari bagian bawah tubuh yang berwarna putih dan corak yang berwarna hitam pada bagian belakang telinga disertai bintik yang berwarna putih-hitam membentuk pada seluruh bagian tubuhnya serta totol-totol atau bintik-bintik yang berwarna hitam.

Kucing Bakau memiliki wajah yang memanjang dengan bentuk hidung yang khas karena terlihat rata dan memiliki kepala yang bulat dan memanjang dengan mata yang besar dan bulat disertai moncong dan kumis yang berwarna putih.

Kucing Bakau memiliki 6 – 8 garis yang berwarna hitam dan melintang dari dahi hingga ke lehernya dengan sejumlah cincin yang berwarna hitam di bagian ekornya.

Kucing Bakau memiliki telinga yang pendek, bulat, bisa melipat ketika menyelam untuk mencegah agar air tidak masuk ke telinganya, dan terdiri dari 32 otot yang memungkinkannya mampu memutar hingga 180˚ tanpa harus menolehkan kepalanya sehingga mampu mendengar dari beberapa arah.

Kucing Bakau memiliki tubuh yang kekar dan berotot.

Kucing Bakau memiliki gigi yang berkembang dengan baik terutama geraham depannya yang besar dan bergerigi tajam sangat sesuai untuk mencengkeram mangsa yang berkulit licin seperti ikan.

Kucing Bakau memiliki panjang 85 – 115 cm dengan ekor berukuran 20 – 30 cm, tinggi 40 cm, dan berat 5 – 16 kg.

 

Habitat

 

Habitat Kucing Bakau di sepanjang sungai, rawa gambut, sungai pasang surut, tepi pantai, hutan bakau atau hutan mangrove, kolam atau danau kecil di hutan tropis dataran rendah, rawa air tawar, hutan-hutan bakau di kawasan pesisir, dan rawa-rawa bakau. Di Sri Lanka, mereka bisa ditemukan di berbagai daerah, mulai dari pesisir hingga perbukitan.

 

Kebiasaan

 


Kucing Bakau termasuk hewan yang hidup menyendiri (solitary).

Kucing Bakau termasuk hewan yang aktif di malam hari (nocturnal). Mereka beristirahat di antara tumbuhan lebat ketika siang hari sebelum menuju ke perairan untuk berburu mangsa di malam hari.

Kucing Bakau beradaptasi dengan habitatnya dan menjadi perenang yang terampil sehingga mereka sangat pandai dalam berenang. Mereka diketahui bisa menyelam dan berenang dalam jarak yang jauh untuk berburu mangsa. Mereka umumnya akan masuk ke dalam air tetapi hanya setengah badan saja.

Kucing Bakau bisa sampai menyelam untuk mengejar mangsanya. Mereka akan beradaptasi dengan melipat telinganya untuk menghambat air masuk ketika menyelam.

Kucing Bakau merupakan pemakan oportunis yang memakan apapun yang tersedia atau ditemuinya.

Kucing Bakau sangat pandai menangkap ikan sehingga membuatnya dijuluki sebagai Fishing Cat (dalam bahasa Inggrisnya). Mereka biasanya terlihat sedang memancing di tepi perairan bahkan mereka juga dapat mengambil mangsanya di dalam air dengan cara mencarinya di bawah air.

Kucing Bakau bergantung sepenuhnya pada lingkungan perairan dangkal sebagai daerah berburu.

Kucing Bakau sangat teritorial bahkan mereka menghuni wilayah jelajah seluas 22 km². Biasanya wilayah si jantan tumpeng tindih dengan area yang dihuni oleh si betina.

 

Makanan

 

Kucing Bakau termasuk hewan pemakan daging (karnivora). Makanannya adalah mamalia kecil, ikan (makanan utama), hewan pengerat, burung dalam proporsi yang kecil, kerang, tikus, kepiting, ular, dan kadal.

 

Fakta Unik

 

Disebut Kucing Bakau karena habitat asli kucing ini adalah di lahan basah seperti rawa-rawa atau sungai-sungai yang dekat dengan tumbuhan bakau.

 

Musim Kawin

 

Musim kawin Kucing Bakau berlangsung dari Januari hingga Februari.

 

Cara Berkembang Biak

 

Kucing Bakau termasuk hewan yang melahirkan (vivipar). Mereka mampu melahirkan 2 – 3 anak kucing.

 

Status Konservasi

 

Populasi Kucing Bakau mengalami penurunan drastis akibat alih fungsi lahan besar-besaran, penebangan hutan bakau atau mangrove, polusi, praktik penangkapan ikan yang merusak, dan perburuan.

Karena itu Kucing Bakau termasuk hewan dalam daftar di IUCN (International Union for the Conservation of Nature) Red List dengan status konservasi VU (Vulnerable) dan CITES (Convention on International Trade in Endangered Species) Apendiks II.

Saat ini Kucing Bakau dilindungi keberadaannya dengan UU 106/MENHLK/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa Dilindungi serta dilakukan penelitian terkait kehidupan serta jumlah pasti dari kucing ini di alam liar.(jef)

Comments

Popular posts from this blog

Hyena Tutul, Hyena yang Licik dan Cerdas dalam Kelompok

Kepiting Laba-Laba Jepang, Kepiting Terbesar di Dunia

Musang Madu yang Pemberani dan Ganas