Tokek Rumah si Tokek Terbesar
Tokek Rumah merupakan spesies Tokek dari famili Gekkonidae dan nama Latinnya yaitu Gekko gecko. Tokek Rumah disebut juga Tokek dan dalam bahasa Inggrisnya disebut Tokay Gecko.
Tokek
Rumah tersebar luas di India Timur, Nepal,
Bangladesh, Myanmar, Tiongkok Selatan dan Timur, Thailand, Semenanjung Malaya, Malaysia,
Kepulauan Filipina, Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, dan
Papua bagian barat.
Klasifikasi
Berikut klasifikasi Tokek Rumah
Kingdom : Animalia
Filum : Chordata
Class : Reptilia
Ordo : Squamata
Subordo : Gekkota
Famili : Gekkonidae
Genus : Gekko
Spesies : Gekko gecko
Ciri-ciri
Tokek
Rumah memiliki telapak kaki depan dan belakang dilengkapi dengan bantalan-bantalan
perekat yang disebut untuk menahannya agar tidak jatuh ketika memanjat atau
berjalan di tembok, dinding, tiang, pohon, dan langit-langit rumah.
Tokek
Rumah memiliki kepala yang besar dengan rahang yang berotot dan sangat kuat.
Tokek
Rumah memiliki sisik samar (granular) yang menutupi kulit di punggung dengan
ruam atau bintik-bintik yang agak besar, menonjol, dan berwarna kemerahan, merah
kecokelatan, hingga keputihan.
Tokek
Rumah memiliki tubuh yang silindris, berukuran lebih besar dibandingkan cecak, dan
berwarna abu-abu kecokelatan, abu-abu agak kebiruan, dan kemungkinan kehijauan
dengan kulit perut yang berwarna sangat muda.
Tokek
Rumah memiliki ekor yang bisa digenggam atau semi-prehensile dengan
bintik-bintik di pangkal dan di daerah ujungnya terdapat belang-belang yang berwarna
kemerahan atau keputihan.
Tokek
Rumah memiliki mata yang besar dengan pupil yang tegak dan berbentuk celah
vertikal atau lonjong.
Tokek
Rumah memiliki jari-jari kaki depan dan belakang yang sepenuhnya tumbuh serta
lebar di ujung kemungkinan dengan selaput di antara pangkal jari disertai cakar
di ujung jari tangan bagian bawah.
Tokek
Rumah memiliki telinga yang tampak seperti lubang kecil di kedua sisi
kepalanya.
Tokek
Rumah memiliki panjang 20 – 35 cm dan berat 150 – 400
g menjadikannya sebagai tokek terbesar di Asia. Si jantan memiliki panjang 35 –
40 cm sedangkan si betina memiliki panjang 20 – 30 cm.
Habitat
Habitat Tokek Rumah di
pohon-pohon, pekarangan, rumah-rumah, dan hutan hujan (dimana mereka hidup di
pepohonan dan tebing). Mereka juga sering beradaptasi dengan lingkungan yang
dimodifikasi manusia (termasuk bagian dalam bangunan), perkebunan (terutama
pohon kelapa), dan sistem gua.
Kebiasaan
Tokek
Rumah termasuk hewan yang aktif di malam hari
(nocturnal) bahkan mereka berburu terutama di sore dan malam hari.
Tokek
Rumah termasuk hewan yang hidup menyendiri
(solitary).
Tokek
Rumah memiliki gigitan yang sangat kuat dimana gigitannya bisa sangat dalam,bisa
menyakitkan, dan menyebabkan luka yang lumayan parah.
Tokek
Rumah biasanya agresif, teritorial, dan bisa menimbulkan gigitan yang kuat. Mereka
akan melindungi dan mempertahankan wilayahnya dari pengganggu baik itu
spesiesnya sama sendiri maupun spesies lain bahkan mereka akan menggigit jika
merasa terancam. Si jantan bersifat teritorial dan agresif menyerang si jantan
lain serta penyusup lainnya.
Tokek
Rumah memiliki ciri khas yaitu suara panggilannya yang berbunyi “tokek…tokek…”.
Suara Tokek Rumah biasanya berulang kali sebanyak tiga hingga empat kali tetapi
kemungkinan lebih. Mereka mengeluarkan suara untuk menandai wilayahnya,
berkomunikasi dengan tokek lain yang berdekatan, dan mencari lawan jenis untuk
kawin.
Tokek
Rumah bisa mengubah warna kulitnya yaitu mencerahkan atau menggelapkan warna
kulitnya sendiri agar dapat menyatu dengan lingkungan sekitar.
Tokek
Rumah dapat memutuskan ekornya sendiri dan menumbuhkan ekor yang baru atau autotomi
untuk mengalihkan perhatian dan menghadapi predator dimana ekornya yang
diputuskan itu dapat bergerak hingga beberapa menit memberi cukup waktu bagi
mereka untuk kabur. Dibutuhkan sekitar tiga minggu bagi Tokek Rumah untuk
menumbuhkan ekor baru sepenuhnya meskipun biasanya tidak pernah sepanjang ekor
aslinya.
Tokek
Rumah merupakan hewan arboreal dan hidup di pohon.
Makanan
Tokek
Rumah termasuk hewan pemakan daging (karnivora). Makanannya adalah serangga, cecak, tikus
kecil, laba-laba, vertebrata kecil, dan kemungkinan burung.
Fakta Unik
Tokek
sering dimanfaatkan oleh manusia terutama dalam pengobatan tradisional di
beberapa negara Asia. Masyarakat menganggap Tokek Rumah merupakan obat yang
bisa menyembuhkan berbagai penyakit berat mulai dari asma hingga HIV/AIDS
meskipun belum terbukti benar. Mitos Tokek sebagai obat untuk penyakit asma, penyakit
kulit, hingga HIV/AIDS yang merupakan salah satu alasan terbesar angka
perburuan tokek melonjak di Indonesia.
Tokek
sangat membantu dalam mengendalikan populasi serangga di rumah. Mereka memakan
nyamuk, lalat, kecoa, dan berbagai serangga kecil lainnya. Keberadaan mereka
dapat menjadi manfaat bagi kesehatan lingkungan.
Disebut Tokek Rumah karena mereka sangat sering
dijumpai di lingkungan manusia.
Musim
Kawin
Musim
kawin Tokek Rumah berlangsung selama 4 – 5 bulan.
Cara Berkembang Biak
Tokek
Rumah termasuk hewan yang bertelur (ovipar). Mereka
mampu menegluarkan 1 – 2 butir telur tokek.
Status Konservasi
Tokek
Rumah umum ditemukan di beberapa daerah dan tersebar luas di seluruh wilayah
persebarannya namun belum ada perkiraan populasinya. Ancaman terbesar bagi
mereka adalah perburuan. Mereka diburu secara ilegal untuk perdagangan
obat-obatan di beberapa bagian Asia Tokek Rumah dengan cepat menjadi spesies
terancam punah di Filipina karena perburuan. Populasi Tokek Rumah di Cina telah
menurun drastis karena perburuan yang berlebihan dan kerusakan habitat yang
didorong oleh meningkatnya urbanisasi. Melansir berbagai sumber, Tokek bisa
diperdagangkan tetapi dengan adanya pembatasan kuota agar spesies gecko
tidak punah.
Karena itu Tokek Rumah
termasuk hewan dalam daftar di IUCN (International Union for the
Conservation of Nature) Red List dengan status konservasi LC
(Least Concern) dan CITES (Convention on International Trade in
Endangered Species) Apendiks II.(jef)



Comments
Post a Comment