Musang Leher Kuning yang Berani dan Cukup Ganas
Musang Leher Kuning merupakan spesies marten dari dari famili Mustelidae dan nama Latinnya yaitu Martes flavigula. Musang Leher Kuning disebut juga dalam bahasa Inggris yaitu Yellow-throated Marten.
Musang
Leher Kuning tersebar di Afghanistan, Pakistan, India, Nepal, Semenanjung
Korea, Cina, Taiwan, timur Rusia, Bangladesh, Myanmar, Thailand, Semenanjung
Malaya, Laos, Kamboja, Vietnam, jangkauan meluas ke seluruh Himalaya, hingga ke
selatan Indonesia (khususnya di Kalimantan, Sumatera, dan Jawa).
Klasifikasi
Berikut
klasifikasi Musang Leher Kuning
Kingdom : Animalia
Filum : Chordata
Kelas : Mamalia
Ordo : Carnivora
Famili : Mustelidae
Genus : Martes
Spesies : Martes flavigula
Ciri-ciri
Musang
Leher Kuning memiliki kepala dan ekornya yang berwarna hitam atau cokelat yang
lebih gelap dengan tubuh bagian bawah yang berwarna cerah dari dagu, tenggorokan,
dan dada yang berwarna kekuningan, kuning keemasan, keputihan, hingga pucat
cokelat kekuningan disertai punggung hingga perut yang berwarna cokelat muda
atau kuning. Perpaduan warna khas bulunya antara cerah atau gelap yang terdiri
dari hitam, putih, kuning keemasan, dan cokelat.
Musang
Leher Kuning memiliki kepala yang cukup runcing dengan leher yang memanjang.
Musang
Leher Kuning memiliki telinga yang besar, lebar, pendek, dan ujungnya membulat.
Musang
Leher Kuning memiliki penampilan yang fleksibel dan berotot dengan ekor yang
berbulu lebat dan lebih panjang dibandingkan dengan setengah tubuhnya.
Musang
Leher Kuning memiliki kelenjar bau yang sangat kuat berfungsi sebagai mekanisme
pertahanan diri dan berperan dalam komunikasi antar musang dengan cairan yang
dihasilkan memiliki bau yang sangat menyengat sehingga efektif untuk mengusir predator
dan menandai wilayah teritorial.
Musang
Leher Kuning memiliki cakar yang kuat dan tajam memudahkannya mencengkram cabang
dengan erat sehingga membuatnya sangat gesit dan sulit dijangkau oleh predator.
Musang
Leher Kuning memiliki panjang 403 – 465 mm dengan panjang ekor 310 – 475 mm dan
berat 1,6 – 5,7 kg. Si jantan memiliki panjang 61,2 – 72 cm dan berat 3,3 – 5,7
kg sedangkan si betina memiliki panjang 57,7– 62 cm dan berat 2,8 – 3,8 kg.
Habitat
Habitat
Musang Leher Kuning di daerah rawa-rawa, hutan konifer dan berdaun lebar, semak
belukar, pegunungan tanpa pohon, taiga konifer, dataran rendah, hutan
pegunungan, hutan hutan tropis dan lembap, serta sekitar pemukiman. Mereka
sangat menyukai habitat hutan dengan vegetasi campuran yang terdiri dari
pepohonan berdaun lebar dan beberapa pohon cemara.
Kebiasaan
Musang
Leher Kuning termasuk hewan yang aktif di siang hari (diurnal) yang sering
menghabiskan waktunya untuk memburu mangsa dan makanannya di permukaan tanah. Hal
ini memungkinkannya menangkap mangsa yang lebih besar seperti rusa kecil dan primata
kecil. Akan tetapi, mereka diamati aktif di malam hari.
Musang
Leher Kuning termasuk hewan yang hidup berkelompok yang terdiri dari 2 – 3
individu dan lebih banyak mencari makan di permukaan tanah.
Musang
Leher Kuning tidak memiliki predator alami yang menjadikannya sangat bebas dan
terlihat berani atau tidak memiliki rasa takut bahkan kepada manusia sekalipun.
Musang
Leher Kuning biasanya mampu menjelajah daerahnya hingga 10 – 20 km untuk
mencari makan.
Musang
Leher Kuning biasanya mengeluarkan bau yang tidak sedap mirip dengan kebiasaan
sigung untuk melindungi diri ketika merasa terancam.
Musang
Leher Kuning diketahui sebagai pemanjat handal karena ahli dalam memanjat
bahkan mereka bisa melompat dari satu cabang ke cabang lainnya dengan jarak
mencapai 8 – 9 m.
Musang
Leher Kuning berkomunikasi antar sesamanya menggunakan warna bulunya. Dengan tampilan
yang mudah dikenali, mereka bisa berkoordinasi dengan anggota kelompoknya
selama berburu dan ketika menjaga wilayah teritorial yang sangat penting untuk
kehidupan sosialnya.
Musang
Leher Kuning menandai wilayah teritorial dengan bau atau aroma yang menyengat dan
mengeluarkan cairan sebagai sinyal bahwa area tersebut telah mereka kuasai
sehingga membantunya menjaga keamanan di wilayahnya dan memberitahu anggota
kelompok yang lain tentang keberadaannya agar tidak terjadi konflik dengan
musang lain.
Makanan
Musang
Leher Kuning termasuk hewan pemakan segala (omnivora). Makanannya adalah
buah-buahan, bijian-bijian, tikus, mencit, kelinci, ular, kadal, telur, burung pegar,
franscolin, hewan-hewan kecil di habitatnya, dan nektar. Mereka juga memangsa
unggas, primata kecil, dan hewan berkuku kecil (Rusa Kesturi, wapiti, Rusa
Tutul, Rusa Roe, dan Goral).
Fakta
Unik
Musang
Leher Kuning sebagai predator tingkat atas mempunyai pengaruh besar terhadap
populasi terutama Rusa Kesturi sehingga mengontrol dan berkontribusi pada
pembentukan komunitas hutan. mereka juga bisa menyebarkan biji ke seluruh hutan
yang mereka huni karena memakan buah.
Musim
Kawin
Musim
kawin Musang Leher Kuning berlangsung antara pertengaham Februari hingga akhir
Maret dan akhir Juni hingga awal Agustus.
Cara
Berkembang Biak
Musang
Leher Kuning termasuk hewan yang melahirkan (vivipar). Mereka mampu melahirkan
2 – 5 ekor bayi marten.
Status
Konservasi
Populasi
Musang Leher Kuning relatif berlimpah, terbilang banyak, dan stabil sehingga
tidak ada ancaman besar bagi mereka bahkan persebarannya yang luas serta merata
meskipun tren populasinya mengalami penurunan.
Karena
itu, Musang Leher Kuning termasuk hewan dalam daftar
di IUCN (International Union for the Conservation of Nature) Red List dengan
status konservasi LC (Least Concern) dan CITES (Convention
on International Trade in Endangered Species) Apendiks III.(jef)



Comments
Post a Comment