Ikan Mandarin Si Ikan Hias yang Sulit Dipelihara
Ikan Mandarin merupakan spesies ikan dragonet dari famili Callionymidae dan nama Latinnya yaitu Synchiropus splendidus. Ikan Mandarin disebut juga dalam bahasa Inggris yaitu Mandarinfish atau Mandarin Dragonet.
Ikan
Mandarin tersebar di perairan tropis di Paisfik dan Samudra Pasifik berkisar
dari Kepulauan Ryukyu hingga Australia.
Klasifikasi
Berikut
klasifikasi Ikan Mandarin
Kingdom : Animalia
Filum : Chordata
Kelas : Actinopterygii
Ordo : Syngnathiformes
Famili : Callionymidae
Genus : Synchiropus
Spesies : Synchiropus splendidus
Ciri-ciri
Ikan
Mandarin memiliki tubuh yang bulat, panjang, dan pipih dengan pola dan warna
tubuhnya yang cerah dan rumit.
Ikan
Mandarin memiliki dua buah sirip punggung bahkan sirip pada punggung dan ekor
sangat panjang serta terus memanjang ke bagian belakang.
Ikan
Mandarin memiliki sirip perut yang besar dan menyerupai kipas.
Ikan
Mandarin tidak memiliki sisik yang mengilap sehingga berbeda dengan ikan jenis
lainnya. Sebagai gantinya, mereka memiliki sel khusus untuk menghasilkan lendir
tebal atau lendir beracun dengan bau yang tidak enak untuk melindungi diri dari
predator disertai duri tajam pada tubuhnya yang menambah perlindungan.
Ikan
Mandarin memiliki garis-garis yang berwarna hijau, jingga, dan kuning dengan corak
yang menyerupai batik disertai pigmen biru atau cyanophore yang
memberikan warna biru tajam pada mereka sekaligus menjadi peringatan bagi
predator untuk menjauh. Hanya Ikan Mandarin yang merupakan spesies ikan yang
menghasilkan pigmen biru sejati.
Ikan
Mandarin memiliki kepala yang kecil dengan mata yang bulat dan besar disertai
mulut yang relatif kecil.
Ikan
Mandarin nemiliki panjang 6 – 8 cm.
Habitat
Habitat
Ikan Mandarin di perairan dengan kisaran suhu 24˚ – 26˚C, di dasar laut
(ditemukan pada kedalaman hingga 18 m), laguna yang terlindung, dan terumbu
karang di dekat pantai.
Kebiasaan
Ikan
Mandarin termasuk hewan yang aktif di malam hari
(nocturnal) dan jarang ditemukan pada pagi hari.
Ikan
Mandarin termasuk hewan yang hidup berkelompok atau berpasangan di terumbu
karang.
Ikan
Mandarin biasanya berada di antara susunan terumbu karang dengan tujuan mencari
makan setiap harinya dan menghindari ikan predator yang berukuran besar.
Ikan
Mandarin banyak menghabiskan waktunya dengan bersembunyi di celah-celah terumbu
karang yang merupakan rumahnya pada siang hari. Mereka sangat jarang tampak
pada siang hari sehingga mereka cenderung tidak aktif kecuali ketika
kondisi-kondisi tertentu saja yang memaksanya untuk keluar di siang hari.
Ikan
Mandarin bersifat pemalu, bergerak perlahan, dan cenderung pasif. Mereka sering
bergerak secara perlahan-lahan dan juga salah satu ikan yang sangat pasif.
Si
jantan kemungkinan bisa menjadi agresif terhadap sesame si jantan lainnya
terutama jika mereka bersaing untuk pasangan kawin.
Ikan
Mandarin hanya memakan makanan yang berukuran kecil karena mulutnya relatif
kecil.
Ikan
Mandarin memiliki kemampuan unik untuk melompat dengan cepat di atas air yang
digunakan untuk melarikan diri dari predator dan untuk memperlihatkan diri
ketika sedang mencari pasangan.
Makanan
Ikan
Mandarin termasuk hewan pemakan daging (karnivora). Makanannya adalah krustasea
kecil, protozoa, cacing kecil, cocepoda, amphipoda, dan invertebrata kecil.
Predator
Hewan
yang suk memangsa Ikan Mandarin adalah Ikan Kalajengking
Fakta
Unik
Ikan
Mandarin dikenal sebagai spesies yang sulit dipelihara dan membutuhkan
perhatian khusus dalam perawatannya. Pemeliharaan Ikan Mandarin dapat dibilang
sulit dipelihara di akuarium karena mereka sulit beradaptasi dengan lingkungan
baru bahkan sensitif dengan perubahan air dan sulit memberi makan mereka. Ikan
ini tidak suka pakan buatan seperti pelet ikan, cacing kering, dan udang kecil
olahan pabrik. Ada beberapa cara yang bisa diterapkan untuk keberhasilan
pemeliharaan Ikan Mandarin yaitu membuat kondisi akuarium yang menyerupai
habitatnya seperti menyediakan karang hidup (living stock) yang banyak
sebagai media tempat mereka mencari makan. Jangan mencampur Ikan Mandarin
dengan ikan yang agresif dalam satu akuarium karena itu akan membuat ikan stres.
Kondisi yang tenang dan seperti habitat asli membuat Ikan Mandarin bisa
bertahan sangat lama.
Kandungan
toksin pada lendir tebal Ikan Mandarin terbilang berbahaya karena sudah
termasuk zat beracun.
Kawin
Ikan
Mandarin tidak termasuk jenis ikan yang suka monogami, tetapi ada kebiasaan-kebiasaan
yang dimana mereka memiliki pola kawin monogami sementara. Mereka memiliki
sifat reproduksi yang tidak pilih-pilih pasangan atau polygynandrous. Beberapa
si jantan dan si betina berkumpul di area terumbu karang. Meski poligami, mereka biasanya melakukan monogami
sementara untuk membentuk pasangan tetap dalam jangka waktu tertentu, misalkan
selama musim kawin atau hingga pemijahan selesai. Perkawinan akan terjadi
ketika keduanya bersatu dan berenang hingga 1 m di atas terumbu karang lalu si
betina melepas sel telur dan si jantan melepas sel sperma. Setelah itu, mereka
akan mencari pasangan baru untuk siklus pemijahan selanjutnya. Sistem ini
meningkatkan keberhasilan reproduksi sekaligus menjaga keberlangsungan spesies Ikan
Mandarin di habitat aslinya. Proses reproduksi berlangsung pada malam hari di
antara terumbu karang.
Cara
Berkembang Biak
Ikan
Mandarin termasuk hewan yang bertelur (ovipar). Mereka mampu mengeluarkan 200
butir telur ikan.
Status
Konservasi
Ikan
Mandarin termasuk hewan dalam daftar di IUCN
(International Union for the Conservation of Nature) Red List dengan
status konservasi LC (Least Concern.(jef)



Comments
Post a Comment