Ada Jenis Kormoran yang Tidak Bisa Terbang
Kormoran Galapagos merupakan spesies kormoran dari famili Phalacrocoracidae dan nama Latinnya yaitu Nannopterum harrisi. Kormoran Galapagos disebut juga dalam Bahasa Inggris yaitu Flightless Cormorant.
Kormoran Galapagos tersebar di Kepulauan Galapagos (pesisir utara
dan barat Isabela dan Fernandina) di sebelah barat benua Amerika Selatan, dan Ekuador.
Klasifikasi
Berikut klasifikasi Kormoran Galapagos
Kingdom: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Aves
Ordo: Suliformes
Famili: Phalacrocoracidae
Genus: Nannopterum
Spesies: Nannopterum harrisi
Ciri-ciri
Kormoran Galapagos memiliki sayap yang kecil, kasar, dan tidak
kedap air dengan perpanjangan tulang dadanya sangat kecil sehingga sangat
sedikit otot besarnya dalam terbang membantunya meluncur dengan sangat cepat di
dalam air.
Kormoran Galapagos memiliki kaki yang kuat dan berselaput untuk
berjalan, menyelam, dan berenang.
Kormoran Galapagos memiliki bulu yang tebal, lembut, padat, dan
berwarna hitam kecokelatan untuk melindunginya dari air dan memudahkannya
mengapung.
Kormoran Galapagos memiliki leher yang panjang dengan paruh yang
panjang dan melengkung untuk menangkap ikan di dalam air.
Kormoran Galapagos memiliki mata yang berwarna biru kehijauan hingga
biru cemerlang.
Kormoran Galapagos memiliki panjang sekitar 89 – 100 cm dan berat 5
kg merupakan kormoran terbesar.
Habitat
Habitat Kormoran Galapagos di pantai berbatu.
Kebiasaan
Kormoran Galapagos termasuk hewan yang hidup berkelompok dalam
kawanan atau dalam koloni.
Kormoran Galapagos mampu mengangkat sayapnya untuk menyeimbangkan ketika
mereka meloncat dari satu batu ke batu yang lain meskipun kormoran ini tidak
bisa terbang.
Kormoran Galapagos menyelam hingga kedalaman 30 m. Setelah menyelam,
mereka harus duduk di bebatuan melalui sayap terbuka untuk mengeringkannya di
bawah sinar matahar atau merentangkan sayap kecilnya sambil berdiri di tepi
pantai setelah berenang.
Kormoran Galapagos sedikit pendiam hanya mengeluarkan suara
menggeram secara pelan-pelan saat mereka sedang istirahat atau berenang.
Kormoran Galapagos akan mencari makan di perairan dangkal sekitar
pantai termasuk selat dan teluk.
Kormoran Galapagos jarang sekali menjelajah lebih dari 1 km dari
daerah perkembangbiakkan.
Makanan
Kormoran Galapagos termasuk hedwan pemakan daging (karnivora).
Makanannya adalah ikan, belut, dan gurita kecil.
Fakta Unik
Dari 40 spesies kormoran di dunia, hanya Kormoran Galapagos yang kehilangan
kemampuan terbangnya. Nenek moyang terakhir mereka dapat terbang sekitar 2 juta
tahun yang lalu. Jarak waktu evolusi yang relatif singkat membuat mereka lambat
dalam evolusi. Ada kemungkinan kenapa Kormoran Galapagos menjadi salah satu
burung kormoran yang tak bisa terbang dibandingkan spesies kormoran lainnya. Pertama,
semua segala makanan yang dibutuhkan hanya dengan jarak 100 km dari garis
pantai. Kedua, Kormoran Galapagos tidak memiliki pemangsa darat besar alami. Akan
tetapi, evolusi membuktikan bahwa kehilangan kemampuan terbang tidak berari dia
bisa kehilangan penggunaan fungsi sayap sepenuhnya. Meski kehilangan kemampuan
terbang, Kormoran Galapagos berhasil beradaptasi dengan cara yang luar biasa. Seluruh
energi yang mereka miliki menjadikannya perenang yang baik seperti yang
dilakukan oleh penguin.
Kormoran Galapagos baru memisahkan diri dari saudara-saudaranya yang
mampu terbang sekitar 2 juta tahun yang lalu. Dengan perbandingannya, beberapa
jenis burung yang tidak bisa terbang lainnya, rata-rata berevolusi menjadi
bentuk burung yang tak dapat terbang sekitar juta tahun yang lalu.
Cara Berkembang Biak
Kormoran Galapagos termasuk hewan yang bertelur (ovipar). Mereka
mampu mengeluarkan 3 – 6 butir telur kormoran.
Status Konservasi
Populasi Kormoran Galapagos sangat terbatas meski terbilang stabil
bahkan diperkirakan ada sekitar 2.000 individu Kormoran Galapagos. Ancaman mereka
adalah gangguan manusia, polusi minyak, El Nino, bencana lingkungan, kedatangan
predator, dan bencana alam.
Karena
itu, Kormoran Galapagos termasuk hewan dalam daftar
di IUCN (International Union for the Conservation of Nature) Red List dengan
status konservasi VU (Vulnerable).(jef)



Comments
Post a Comment