Monyet dengan Tanda Alis Putih dari Sierra Leone
Monyet Diana merupakan spesies monyet dari famili Cercopithecidae dan nama Latinnya yaitu Cercopithecus diana.
Monyet Diana tersebar di Sierra Leone, Liberia, Ghana, dan Pantai
Gading bagian barat.
Klasifikasi
Berikut klasifikasi Monyet Diana
Kingdom: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Mamalia
Ordo: Primata
Subordo: Haplorhini
Infraordo: Simiiformes
Famili: Cercopithecidae
Genus: Cercopithecus
Spesies: Cercopithecus diana
Ciri-ciri
Monyet Diana memiliki tanda alis yang berwarna putih dan berbentuk
bulan sabit mirip busur yang dimiliki oleh Diana yang merupakan dewi mitologi
Romawi dimana moenyt ini disebut Monyet Diana.
Monyet Diana memiliki wajah yang berwarna hitam dengan dada,
janggut, leher, tenggorokan, dan lengan bagian dalam yang berwarna putih.
Monyet Diana memiliki bulu yang berwarna abu-abu tua hingga hitam
dengan bercak yang berwarna kemerahan tua di punggungnya yang berwarna merah hingg
krem.
Monyet Diana memiliki garis yang berwarna putih di sepanjang setiap
paha dengan paha bagian dalam yang berwarna keputihan, kekuningan, dan
kemerahan.
Monyet Diana memiliki hidung yang rapat dan menghadap ke bawah.
Monyet Diana memiliki ekor yang diameternya sekitar 3,8 cm dan
panjang 74,93 cm sangat panjang dibandingkan tubuhnya.
Monyet Diana memiliki kuku yang pipih pada setiap jari.
Monyet Diana memiliki panjang 40 – 55 cm dan berat 4 – 7 kg.
Habitat
Habitat Monyet Diana di hutan lembap dataran tinggi primer dan
sekunder, hutan tepi sungai, di atas pepohonan hutan, dan ketinggian 1.300 m di
atas permukaan laut.
Kebiasaan
Monyet Diana termasuk hewan yang hidup berkelompok dalam kawanan
sekitar 20 – 30 individu anggota yang terdiri dari satu si jantan dan beberapa
si betina dengan anak-anaknya.
Monyet Diana termasuk hewan yang aktif di siang hari (diurnal) dan
tidur di malam hari tetapi mereka tidak membuat sarangnya.
Monyet Diana tergolong hewan arboreal dan menghabiskan waktunya di
pohon dan sangat jarang turun ke tanah.
Monyet Diana sangat peka terhadap ancaman sehingga memiliki alarm
peringatan suara yang berbeda tergantung jenis pemangsa yang mendekat.
Monyet Diana menggunakan perasaan atau ekspresi wajah sebagai alat
isyarat visual dan panggilan suara sebagai sinyal menjangkau kawan-kawannya
serta utamanya sebagai alat mengamankan diri agar terhindar dari serangan
predator.
Monyet Diana cukup toleran dengan primata lainnya namun mereka
bisa saja menjadi agresif ketika mempertahankan wilayahnya dan tidak akan
toleran terhadap kelompok saingannya dari spesiesnya sendiri.
Si betina dengan anak-anaknya terlihat dalam perkelahian jika dua
kelompok bertemu meski jarang terjadi. Si jantan akan melompat dan mengeluarkan
suara keras untuk emnakuti satu sama lain.
Makanan
Monyet Diana termasuk hewan pemakan segala (omnivora). Makanannya
adalah buah-buahan, daun muda, bunga, invertebrata, dan serangga.
Predator
Hewan yang suka memangsa Monyet Diana adalah Macan Tutul, ular,
dan burung pemangsa.
Fakta Unik
Disebut Monyet Diana karena monyet yang satu ini memiliki alis
yang berwarna putih dan bentuknya mirip busurnya yang dibawa oleh Diana yang
merupakan dewi mitologi Romawi.
Monyet Diana bertindak sebagai penyebar benih di habitatnya karena
memakan buah-buahan sehingga mereka disebut sebagai petani hutan.
Cara Berkembang Biak
Monyet Diana termasuk hewan yang melahirkan (vivipar). Mereka
mampu melahirkan 1 ekor bayi monyet.
Status Konservasi
Populasi Monyet Diana terus menurun karena deforestasi, perburuan,
kerusakan habitat, dan penebangan kayu.
Karena itu, Monyet Diana termasuk hewan dalam daftar di IUCN
(International Union for the Conservation of Nature) Red List dengan status
konservasi EN (Endangered) dan CITES (Convention on
International Trade in Endangered Species) Apendiks I.(jef)



Comments
Post a Comment