Warthog si Babi Hutan dari Afrika

Warthog merupakan spesies babi dari famili Suidae dan nama Latinnya Phacochoerus aethiopicus dan Phacochoerus africanus. Ada 2 jenis Warthog yaitu Warthog (Phacochoerus africanus) dan Warthog Gurun (Phacochoerus aethiopicus). Warthog disebut juga Babi Kutil Afrika.

Warthog tersebar di Afrika Sub-Sahara, Afrika bagian timur, Kenya, Somalia, Ethiopia, Djibouti, dan Eritrea.

 

Klasifikasi

 


Berikut klasifikasi Warthog

Kingdom: Animalia

Filum: Chordata

Kelas: Mamalia

Ordo: Artiodactyla

Famili: Suidae

Tribe: Phacochoerini

Genus: Phacochoerus

Spesies: Phacochoerus aethiopicus, Phacochoerus africanus

 

Ciri-ciri

 

Warthog memiliki gading atau gigi taring yang membesar dan menonjol ke atas dari mulutnya dimana gigi ini terdiri dari 2 pasang yaitu taring bagian atas tumbuh hingga 25 cm dan taring bagian bawah yang sangat pendek, setajam silet untuk melawan babi lain sekaligus predator.

Warthog memiliki benjolan khas yang terbuat dari tulang rawan di wajah, mata, moncong, dan rahang bagian atas digunakan sebagai pelindung wajah yang melindungi wajahnya dari serangan gigi dan cakar, ketika menggali, dan menentukannya apakah mereka si jantan atau si betina. Si jantan memiliki 3 pasang benjolan yang ukurannya sangat besar dibandingkan si betina yang memiliki 2 pasang benjolan.

Warthog memiliki kepala yang besar dan cukup pipih dengan moncong khusus yang memanjang untuk menggali dan merumput.

Warthog memiliki tubuh yang kekar dan berwarna cokelat, cokelat gelap, kecokelatan hingga hitam dengan rambut lebat atau surai yang berwarna hitam di punggung.

Warthog Gurun memiliki daerah bulu atau rambut yang sangat lebat dan membentang di sepanjang bagian belakang leher dan sepanjang tulang belakang yang membentuk jambul kemungkinan berwarna keputihan.

Warthog memiliki lipatan kulit yang tebal dan tampak jelas di leher dan bahunya dengan kulit yang tebal, keriput, dan kasar untuk melindunginya dari predator.

Warthog tidak memiliki kelenjar keringat.

Warthog memiliki bantalan tebal atau bantalan khusu di lututnya dan kaki depannya untuk menopang dan melindungi anggota tubuhnya ketika membungkuk untuk merumput di tanah.  

Warthog memiliki ekor yang panjang dengan ujung bulu atau berambut.

Warthog memiliki panjang 125 – 150 cm, berat 45 – 150 kg, dan tinggi 63 – 85 cm bahkan 1 m.

 

Habitat

 

Habitat Warthog di padang rumput terbuka, hutan sabana, area terbuka, dataran berpasir, hutan tipis dengan perpohonan yang tersebar, tepi hutan rimbun dan padang gurun, serta kemungkinan daerah semi-gurun. Mereka menghindari hutan hujan, semak belukar, padang rumput pegunungan yang sejuk, zona hutan lebat, dan gurun yang keras.

 

Kebiasaan

 

Warthog termasuk hewan yang hidup berkelompok dalam kawanan dimana si betina hidup dalam kelompok martiarki yang terdiri dari 1 – 2 bahkan belasan betina dewasa dengan anak-anaknya. Ada juga kelompok yang beranggotakan si jantan muda dan kelompok yang beranggotakan si jantan senior. Si jantan akan membentuk kelompok dan memisahkan diri saat dewasa bahkan mereka yang dewasa akan hidup menyendiri (solitary) bahkan lebih teritorial.

Warthog termasuk hewan yang aktif di siang hari (diurnal) untuk mencari makan dan beristirahat di liang yang terletak di atas tanah saat malam tiba.

Warthog berlari dengan kecepatan 48 – 50 km/jam dimana mereka sangat memilih berlari dibandingkan berkelahi memudahkan mereka lari dari predator.

Warthog memanfaatkan bekas liang hewan lain (seperti liangnya Aadrvark) sebagai tempat perlindungan. Mereka akan berjalan mundur ketika masuk ke liang agar posisi kepala dengan gading atau gigi taringnya berada di depan pintu masuk sebagai cara pertahanan jika ada kemunculan predator.

Warthog tidak membuat sarangnya sendiri meskipun mereka menggali.

Warthog bertahan hidup di daerah yang panas tanpa air selama beberapa bulan.

Warthog memiliki indera penciuman dan indera pendengaran yang sangat tajam meskipun indera pengelihatannya buruk.

Warthog suka berendam dalam lumpur dan air yang dangkal dengan berguling-guling di lumpur untuk mengendalikan suhu tubuh dan mendinginkan tubuhnya di tengah teriknya matahari.

Meskipun dalam waktu tertentu yang jarang terjadi, Warthog memutuskan untuk menghadapi predator secara langsung dan akan menebas predator dengan gigi taringnya dan menggigit menggunakan giginya.

Warthog mengeluarkan dengusan keras ketika berkumpul kembali dan terluhat saling menyentuh hidung. Mereka akan menggeram untuk mengancam dan memekik saat defensif atau patuh.

 

Makanan

 

Warthog termasuk hewan pemakan segala (omnivora). Makanannya adalah rumput, umbi, buah beri, buah-buahan, telur, bangkai, serangga, akar, kulit kayu, dan jamur.

 

Predator

 

Hewan yang suka memangsa Warthog adalah macan tutul, singa, hyena, buaya, dan elang.

 

Fakta Unik

 

Warthog muncul di film “The Lion King” tahun 1994 dimana babi hutan tersebut Bernama Pumbaa.

 

Musim Kawin

 

Musim kawin Warthog berlangsung selama akhir musim hujan hingga awal musim kemarau tetapi bervariasi (misal jika tinggal di Zimbabwe musim kawinnya berlangsung antara bulan Mei hingga Juni). Musim kawin Warthog Gurun berlangsung selama akhir musim hujan antara bulan Maret hingga Mei.

 

Cara Berkembang Biak

 

Warthog termasuk hewan yang melahirkan (vivipar). Warthog mampu menghasilkan 2 – 8 ekor bayi babi hutan. Warthog Gurun mampu menghasilkan 2 – 3 ekor bayi babi hutan.

 

Status Konservasi

 

Populasi Warthog belum diketahui tetapi populasinya mulai menurun di beberapa daerah. Hal ini dikarenakan degradasi habitat, penyakit, fragmentasi habitat, curah hujan tinggi, persaingan hewan ternak, dan kurangnya regulasi peraturan yang memicu terjadinya perburuan berlebihan di daerah-daerah tertentu.

Karena itu, Warthog termasuk hewan dalam daftar di IUCN (International Union for the Conservation of Nature) Red List dengan status konservasi LC (Least Concern.(jef)

Comments

Popular posts from this blog

Gaur, Si Lembu Besar dan Berotot dari Asia

Ular Tanah yang Sering Masuk Rumah

Beruang Kodiak, Beruang Terbesar Kedua di Dunia Setelah Beruang Kutub